
” Saya disuruh belanja makan malam. Saya melihat komik baru sudah terbit dan edisinya terbatas. Mana yang lebih penting?”
Topik ini baru terpikirkan beberapa saat yang lalu.
… Tidak, sebenarnya ini juga sudah kupikirkan cukup lama juga.
Hem, begitu kusadari, sekarang ini aku sudah kelas 3 SMA dan tidak sampai sembilan bulan lagi sebelum penentuan masa depanku. Tapi aku dengan hebatnyadengan bodohnya belum menentukan skala prioritasku sendiri. Semua yang kulakukan masih berdasarkan pada mood, keinginan, dan intuisi pada saat itu juga. Dimana, kupikir itu bukan pola pikir yang baik.
Tidak berkemampuan menentukan skala prioritas, seperti yang saya telah ketik diatas; membuat saya mengerjakan sesuatu (yang dua diantaranya bahkan ada tenggat waktunya!) dengan seenaknya. Satu diantaranya bahkan sudah terlambat satu bulan dari rencana awal.
Penentuan skala prioritas ini sebenarnya sudah sangaaaat sangaaaat lama sekali kurencanakan. Tapi, entah mengapa sepertinya tidak pernah berjalan dengan lancar.
Klik ini untuk membaca contoh konkritnya~
Tanda tangan dari....